Lalu aku mulai mencari rasa aman di dalam manusia.
Di dalam hubungan.
Di dalam pertemanan.
Di dalam pekerjaan.
Di dalam kata-kata, “kita.”
Aku percaya ketika seseorang berkata,
“Kita jalanin sama-sama.”
Aku percaya ketika seseorang berkata,
“Kita bangun ini bareng-bareng.”
Aku percaya bahwa selama aku memberikan seluruh diriku, tempat itu akan menjadi rumah.
Ternyata aku salah.
Rumah tidak selalu menjadi rumah hanya karena kita memberikan seluruh hati kita.
Dan tidak semua orang yang mengajak kita berjalan bersama, benar-benar berniat berjalan sampai akhir.